Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Gub Sumsel Tinjau Langsung Bekas PT.ABS

LAHAT,KABARPATROLI.ID Gubernur Sumsel Herman Deru beserta rombongan meninjau Stasiun Kereta api Di Merapi dan dilanjutkan meninjau Stokpile eks IUP PT.Andalas Bara Sejahtera informasi yang dihimpun untuk penumpukan batubara Milik BUMD dan PT.SMS.

Hal ini dijelaskan Pjs.Kades Merapi Subandi, kepada wartawan Jumat (22/5/2020) dikantor Desa Merapi, saya sempat ditelpon Camat Merapi Barat bahwa Gubernur akan meninjau Stasiun Kereta api Di Merapi, namun rombongan pak Gubernur setelah meninjau Stasiun di Desa Merapi beliau langsung meninjau Stokpile eks PT.ABS terang " Subandi.

Masalah eks Stokpile PT.ABS, Subandi mengaku belum akan digunakan untuk penumpukan batubara BUMD Provinsi Sumsel dan PT.SMS, seharusnya pihak BUMD dan PT.SMS kordinasi dulu dengan warga Desa Merapi.

"Saya saja belum tahu adanya rencana stokpile yang akan digunakan oleh perusahaan, karena begini dampak dari polusi debu batubara akan membahayakan bagi warga disekitar stokpile seperti warga Desa Merapi dan Desa Sirah Pulau, imbuh Kades, lebih lanjut sebelum dioperasikan stokpile eks PT, ABS saya minta berembug dulu, dengan perangkat desa, BPD, dan Dilibatkan juga warga Desa Sirah Pulau akan ikut terkena Dampak apabila stokpile sudah dioperasikan tegas " Kades.
Picture by kabarpatroli.id
Sebelum meninjau Stokpile Di Merapi gubernur Herman Deru dan rombongan melakukan kunjungannya ke kantor Dinkes Lahat, untuk melihat secara dekat Posko Penanganan Gugus Tugas Covid 19, didampingi Bupati Lahat Cik Ujang, Kapolres dan Dandim 0405.

Setelah memberikan bantuan berupa perlengkapan alat APD dan perangkat lainnya,Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru beserta rombongan sekitar pukul 13.30 wib menuju desa Merapi untuk melihat langsung Stokpile bekas PT.Andalas Bara Sejahtera (ABS) di Desa Merapi, Stokpile tersebut akan digunakan penumpukan batubara yang diangkut menggunakan jalur kereta api, kerja sama pihak BUMD dan PT.SMS (Sriwijaya Mandiri Sumsel) .

Sementara warga desa Sirah Pulau Saprin, Stokpile yang di Merapi berdekatan dengan desa Sirah Pulau. Perlunya sosialisasi sebelum digunakan untuk penumpukan batubara, kondisi Stokpile saat ini khususnya under pass sudah tidak terawat dan tergenang air dan apabila hujan akan banjir.

Bekas IUP PT.ABS semenjak tidak ada kegiatan penambangan batubara kondisinya terbengkalai dan Stokpile yang berdekatan dengan SMUN 1Desa Sirah Pulau. Dampak lingkungannya hingga sekolah tersebut setiap hari belajar mengajar sempat terganggu.

Perlunya pihak perusahaan baik BUMD dan PT.SMS yang akan melakukan aktivitas eks IUP PT.ABS, sebelum operasi dilakukan sosialisasi dulu kepada warga di dua desa.akibat dampak lingkungan debu batubara tidak baik untuk kesehatan masyarakat, akibat polusi debu batubara saat beraktivitas, perlunya dilakukan sosialisasi. 

Apalagi saat ini kita sedang menghadapi pandemi Covid-19 terang" Saprin.

Bekas Lokasi PT.ABS
Senada dikatakan oleh Bambang.MD perlunya dikaji dulu sebelum digunakan bekas stokpile bekas PT,Andalas Bara Sejahtera apakah IUP nya masih berlaku, dan PT.SMS apakah sudah memiliki analisis dampak lingkungan dari pemerintah dan IUP nya.

Sebab PT.ABS dulunya pernah bermasalah dengan PTBA hingga keranah hukum, sehingga perlunya kajian yang mendalam sebelum operasi kegiatan ini, apalagi bekas tambang PT ABS.

Saya minta perusahaan untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat disekitar stokpile biar itu diwilayah Desa Merapi tapi imbasnya juga ke warga Desa Sirahpulau " ungkap nya(Bang/IWO)

Laporan : Bambang MD
riyanhero
riyanhero admin@tehingkok.com